#trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; right:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Label

Minggu, 03 April 2011

bagaimana belajar agar tidak mudah lupa?

Kesempatan belajar adalah kesempatan memahami. Ketika ada waktu yang digunakan untuk mengkonsolidasikan apa yang telah dipelajari, tentunya harus ada juga waktu untuk penyimpanan (retensi). Terkadang kita sibuk menyusun pikiran-pikiran, melakukan kerja keras dalam belajar tapi gagal dalam menyimpan hasil kerja keras kita. Semuanya berlalu. Hasil belajar dapat hilang. Maka dari itu, siswa harus diberi kesempatan menyimpan apa yang dipelajari. Pengalaman belajar akan diingat ketika ada kesempatan merefleksikannya dan memberikan hasil akhir emosional. Ibarat hidangan, refleksi adalah “makanan pencuci mulut”sebagai tindakan penuh arti dari penutupan pembelajaran. Ada beberapa kategori yang membuat belajar tidak mudah lupa; 1. Review: bagian ini berkaitan dengan mengingat ulang, melatih ulang, menyimpan ulang, dan penyegaran ulang. 2. Penilaian diri: bagian ini berkaitan dengan evaluasi sampai sejauh mana keterukunan belajar yang telah dicapai. 3. Perencanaan: bagian ini berkaitan dengan cara-cara mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dengan mengkaji ulang apa yang telah dilakukan. 4. Sentimen akhir: bagian ini berkaitan dengan penyelarasan situasi dan kondisi dalam dinamika dan mekanisme pembelajaran.
(sumber: Active Learning)
»»  READMORE...

Jumat, 01 April 2011

10 cara pintar belajar

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghafal
2. Membaca adalah kunci belajar
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
4. Hafalkan kata-kata kunci
5. Pilih waktu yang tepat
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
7. Bentuk kelompok belajar
8. Latih sendiri kemampuan kita
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
10. Sediakan waktu untuk istirahat
»»  READMORE...

Selasa, 08 Februari 2011

naskah drama

Merayakan Tahun Baru

Pelaku:
- Pak Hanafi
- Ibu As
- Calon Menantu
- Purwoko
- Istri Purwoko
Suasana:
Adegan terjadi malam hari di suatu ruangan (Bu As sedang membuka-buka brosur wisata ke luar negeri)
Pak Hanafi : (dalam hati) “Dasar orang miskin, bisanya cuma mimpi. Emangnya, kalau sudah buka-buka brosur begitu. Lantas sudah merasa berada di luar negeri …?
(Calon menantu duduk di samping Pak Hanafi)
Calon menantu : “Ibu mau pergi ke mana untuk merayakan Tahun Baru?”
Bu As : “Lha ini, aku sedang bingung. Pokoknya rahun ini aku harus keluar dari orbit ibu-ibu kompleks sini.
Sudah bosen merayakan Tahun Baru dengan mereka. Perayaan Tahun Barunya tidak mengesankan.
Hanya bakar sate, lantas apa lagi goreng singkong.
Nggak berkesan!”
Pak Hanafi : “Lha itu, Bu, untuk membeli kenangan alangkah mahalnya, harus pergi ke hotel, atau tempat lain.
Tabungan dikuras.”
Bu As : “Yang penting puas. Pak. Bapak kok iri sama orang berduit?”
Calon menantu : “Terus, Ibu mau ke mana?”
Bu As : “Aku sedang bingung. Mau Tahun Baru ke Prancis, di sana sedang ada pemogokan. Transportasi lumpuh.
Masak, pergi ke Prancis cuma mendekam di rumah Saudara. Kan, nggak enak. Mau nengok famili di Kanada, di sana sedang musim dingin.”
Pak Hanafi : (mencibirkan bibirnya)
Calon menantu : “Kan, ada baju tebal.”
Bu As : “Bukan perkara baju tebal, tetapi rematikku ini, lho.
Bisa kambuh nanti.”
Calon menantu : “Ke Australia saja, Bu As. Di sana kan sedang musim panas.”
Bu As : “Ya, ngapain ke sana. Cuma melihat kanguru.
Sudah ada, tuh, di sini. Di kebun binatang. Kenapa mesti ke sana.”
Pak Hanafi : “Alasan rematik, alasan kanguru, orang tidak punya tabungan saja, Ibu berlagak ….”
Bu As : “Siapa tahu ada yang mengongkosi ….”
Pak Hanafi : (agak marah) “Bu, di depan calon menantu jangan ngomong begitu, nanti dikira nyindir ….”
Calon menantu : (sambil meringis) “Saya sudah kebal kok, Pak, oleh sindiran. Saya memang orang yang benar-benar tidak punya.”
Bu As : (menjadi berang) “Bapak menuduh asal-asalan.
Memangnya aku minta diongkosi oleh menantu ….”
Pak Hanafi : “Yaa … misalnya, orang lain, mau Bu?”
Bu As : (Wajah berangnya kontan hilang, berubah terbelalak penuh harap). “Lho, siapa, Pak, yang mau mengongkosi?”
Pak Hanafi : “Ada, mau?”
Bu As : (sambil melihat kesungguhan suaminya). “Ya, mau.”
Pak Hanafi : “Ibu loncat pagar saja di kedutaan!”
Calon menantu : (tertawa terbahak-bahak).
Bu As : (kebingungan) “Lho, bisa toh, Nak?”
Calon menantu : “Ya, bisa, Bu, tetapi itu namanya minta suaka politik.”
Pak Hanafi : “Ya, nggak apa-apa, Bu. Ibu bilang saja pada orang kedutaan, sudah bosan tinggal di Indonesia. Punya suami sudah gaek, tidak bisa apa-apa. Di luar negeri jadi gelandangan juga diberi uang, kok, Bu.”
Bu As : “Huu, menghina, jadi gelandangan …. nggak, nggak sudi yaa ….”
Tiba-tiba terdengar suara “bluk” di belakang rumah.
Bu As : “Lho, apa itu?”
Calon menantu lari ke belakang. Bu As dan Pak Hanafi menyusul. Di pojok belakang ada sesosok lelaki terduduk. Kelihatannya habis loncat dari pagar dan kakinya sedikit kesakitan.
Bu As : (teriak) “Maliiiiing!”
Purwoko : “Bu, saya bukan maling, tetapi tetangga di belakang rumah Ibu.”
Bu As : “Lho, Nak Purwoko ….”
Purwoko : “Iya, Bu ….”
Pak Hanafi : (mendekat). “Dik, ini bukan kedutaan. Jangan minta suaka di sini. Apalah saya ini. Saya tidak permah melamar jadi duta besar, kok Adik mencari suaka di rumah saya ….”
Purwoko : “Maaf, saya … ng … saya mau dibunuh istri saya ….”
Bu As : “(geleng kepala). “Wah, ini perkara perselingkuhan.
Pasti ini. Biarlah suami istri orang Inggris saja yang pada selingkuh. Kenapa pada tiru-tiru.”
Pak Hanafi : (tertawa). “Perselingkuhan lagi nge-trend, kok, Bu.Menurut ramalanku, tahun 1996, bakalan banyak perselingkuhan.”
Purwoko tidak menghiraukan ocehan-ocehan tersebut dan hendak meninggalkan mereka, tetapi ….
Pak Hanafi : (sambil mengajak masuk ke dalam rumah). “Sudah, ditenangkan dulu.”
Purwoko : “Saya ini, ‘kan orang kapal, Bu. Sering keliling dunia ….”
Pak Hanafi melirik Bu As.
Pak Hanafi : “Itu, Bu, kalau mau keliling dunia secara gratis, Ibu jadi orang kapal saja ….”
Bu As : “Sembarangan. Orang kapal ….”
Purwoko : (menengah) “Saya sudah bosan jadi orang kapal.
Saya mau jadi orang daratan saja, Bu. Eee … istri saya malah marah. Katanya, di daratan banyak pengangguran. Lantas ia memaksa saya untuk berlayar lagi, tetapi saya tidak mau. Istri saya marah.
Lantas saya menuduh dia lebih senang saya tinggalkan. Biar bisa bersenang-senang dengan lelaki lain ….”
Pak Hanafi : (sambil mengangkat tangan). “Lho, bukan saya.
Saya sudah tua, lho ….”
Purwoko : (tersenyum) “Terus dia marah dan bawa pisau dapur. Saya mau ditusuk. Lantas saya lari.”
Calon Menantu : “Masak, tidak bisa dicegah sendiri. ‘Kan lelaki lebih kuat.”
Purwoko : “Saya menangkis dengan bantal dan guling sampai bantal dan guling itu ‘bodol’, tetapi dia tetap saja mengamuk. Lantas saya lari.”
Pak Hanafi : “Wah, ini pertanda berita tentang pembunuhan pada tahun 1996 semakin banyak. Tabloid-tabloid tidak bakal kekurangan bahan. Baiklah, Nak Purwoko di sini dulu. Saya mau tengok istri Nak Purwoko.
(sambil menepuk bahu calon menantu) “Ayo, temani Bapak ….”
Bu As : “Biar, aku saja ….”

»»  READMORE...

Senin, 07 Februari 2011

Asal Mula Danau Lipan


Di kecamatan Muara Kaman kurang lebih 120 km di hulu Tenggarong ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ada sebuah daerah yang terkenal dengan nama Danau Lipan. Meskipun bernama Danau, daerah tersebut bukanlah danau seperti Danau Jempang dan Semayang. Daerah itu merupakan padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu.
Dahulu kala kota Muara Kaman dan sekitarnya merupakan lautan. Tepi lautnya ketika itu ialah di Berubus, kampung Muara Kaman Ulu yang lebih dikenal dengan nama Benua Lawas. Pada masa itu ada sebuah kerajaan yang bandarnya sangat ramai dikunjungi karena terletak di tepi laut.
Terkenallah pada masa itu di kerajaan tersebut seorang putri yang cantik jelita. Sang putri bernama Putri Aji Bedarah Putih. Ia diberi nama demikian tak lain karena bila sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya maka tampaklah air sirih yang merah itu mengalir melalui kerongkongannya.
Kejelitaan dan keanehan Putri Aji Bedarah Putih ini terdengar pula oleh seorang Raja Cina yang segera berangkat dengan Jung besar beserta bala tentaranya dan berlabuh di laut depan istana Aji Bedarah Putih. Raja Cina pun segera naik ke darat untuk melamar Putri jelita.
Sebelum Raja Cina menyampaikan pinangannya, oleh Sang Putri terlebih dahulu raja itu dijamu dengan santapan bersama. Tapi malang bagi Raja Cina, ia tidak mengetahui bahwa ia tengah diuji oleh Putri yang tidak saja cantik jelita tetapi juga pandai dan bijaksana. Tengah makan dalam jamuan itu, puteri merasa jijik melihat kejorokan bersantap dari si tamu. Raja Cina itu ternyata makan dengan cara menyesap, tidak mempergunakan tangan melainkan langsung dengan mulut seperti anjing.
Betapa jijiknya Putri Aji Bedarah Putih dan ia pun merasa tersinggung, seolah-olah Raja Cina itu tidak menghormati dirinya disamping jelas tidak dapat menyesuaikan diri. Ketika selesai santap dan lamaran Raja Cina diajukan, serta merta Sang Putri menolak dengan penuh murka sambil berkata, “Betapa hinanya seorang putri berjodoh dengan manusia yang cara makannya saja menyesap seperti anjing.”
Penghinaan yang luar biasa itu tentu saja membangkitkan kemarahan luar biasa pula pada Raja Cina itu. Sudah lamarannya ditolak mentah-mentah, hinaan pula yang diterima. Karena sangat malu dan murkanya, tak ada jalan lain selain ditebus dengan segala kekerasaan untuk menundukkan Putri Aji Bedarah Putih. Ia pun segera menuju ke jungnya untuk kembali dengan segenap bala tentara yang kuat guna menghancurkan kerajaan dan menawan Putri.
Perang dahsyat pun terjadilah antara bala tentara Cina yang datang bagai gelombang pasang dari laut melawan bala tentara Aji Bedarah Putih. Ternyata tentara Aji Bedarah Putih tidak dapat menangkis serbuan bala tentara Cina yang mengamuk dengan garangnya. Putri yang menyaksikan jalannya pertempuran yang tak seimbang itu merasa sedih bercampur geram. Ia telah membayangkan bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh tentara Cina. Karena itu timbullah kemurkaannya.
Putri pun segera makan sirih seraya berucap, “Kalau benar aku ini titisan raja sakti, maka jadilah sepah-sepahku ini lipan-lipan yang dapat memusnahkan Raja Cina beserta seluruh bala tentaranya.” Selesai berkata demikian, disemburkannyalah sepah dari mulutnya ke arah peperangan yang tengah berkecamuk itu. Dengan sekejap mata sepah sirih putri tadi berubah menjadi beribu-ribu ekor lipan yang besar-besar, lalu dengan bengisnya menyerang bala tentara Cina yang sedang mengamuk.
Bala tentara Cina yang berperang dengan gagah perkasa itu satu demi satu dibinasakan. Tentara yang mengetahui serangan lipan yang tak terlawan itu, segera lari lintang-pukang ke jungnya. Demikian pula sang Raja. Mereka bermaksud akan segera meninggalkan Muara Kaman dengan lipannya yang dahsyat itu, tetapi ternyata mereka tidak diberi kesempatan oleh lipan-lipan itu untuk meninggalkan Muara Kaman hidup-hidup. Karena lipan-lipan itu telah diucap untuk membinasakan Raja dan bala tentara Cina, maka dengan bergelombang mereka menyerbu terus sampai ke Jung Cina. Raja dan segenap bala tentara Cina tak dapat berkisar ke mana pun lagi dan akhirnya mereka musnah semuanya. Jung mereka ditenggelamkan juga.
Sementara itu Aji Bedarah Putih segera hilang dengan gaib, entah kemana dan bersamaan dengan gaibnya putri, maka gaib pulalah Sumur Air Berani, sebagai kekuatan tenaga sakti kerajaan itu. Tempat Jung Raja Cina yang tenggelam dan lautnya yang kemudian mendangkal menjadi suatu daratan dengan padang luas itulah yang kemudian disebut hingga sekarang dengan nama Danau Lipan.
»»  READMORE...

Senin, 31 Januari 2011

ASAL-USUL NAMA CIREBON

Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad XIV di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gede Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Padjadjaran). Dan di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gede Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gede Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.
Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh Raja Galuh dijawab dengan mengirimkan bala tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.
Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Rajanya bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai ke kawasan Asia Tenggara. (wikipedia.org/wiki/Sunan_Gunung_Jati).
Berdasarkan kitab Purwaka Caruban Nagari tadi nama ‘Cirebon’ berasal dari kata sarumban yang lalu diucapkan menjadi caruban. Kemudian caruban menjadi carbon, cerbon dan akhirnya Cirebon. Sarumban sendiri berarti ‘campuran’.
‘Campuran’ dapat dikaitkan dengan keadaan Cirebon yang dihuni oleh berbagai suku dan budaya. Purwaka Caruban Nagari juga menyebutkan bahwa penduduk setempat menyebut Cirebon sebagai ‘Negeri Gede’. Sampai kini orang-orang di Cirebon masih ada yang menyebut Cirebon dengan ‘Garage’. Ucapan ini berasal dari negeri gede.
Kata Cirebon sendiri dapat ditelusuri lewat bahasanya yaitu Ci dan Rebon. Ci dalam bahasa Sunda berarti air, sedangkan rebon dalam bahasa Jawa berarti udang kecil bahan pembuat terasi.
Hikayat mengatakan, konon beberapa orang Rajagaluh datang ke rumah pangeran Cakrabuana (penguasa Cirebon). Mereka diberi jamuan makan dengan lauk terasi, maka setelah kembali para tamu itu bercerita kepada keluarga dan saudara serta orang didaerahnya tentang kenikmatan makan dengan rebon. Maka rebon menjadi terkenal di Rajagaluh.
Rajagaluh pula yang kemudian memerintahkan pemerintahannya untuk membeli produksi rebon. Maka, atas dasar ini daerah penghasil terasi rebon dinamakan Cirebon. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1445 dan menjadi tahun berdirinya kota Cirebon sekarang.
Dari kisah diatas dapat diketahui bahwa nama ‘Cirebon’ diberikan oleh orang-orang Sunda, dalam hal ini ialah Rajagaluh. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata Ci yang dalam bahasa Sunda berarti air atau sungai yang umum dipakai sebagai awalan nama-nama tempat di Pasundan. Akan tetapi kata Rebon adalah dari bahasa Jawa. Tampak lagi adanya campuran dari penggunaan kata ‘sarumban’ antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa.
Nama Cirebon sejak awal abad ke-16 mulai dikenal di dunia internasional. Tome Pires, musafir Portugis yang datang ke Nusantara pada awal abad ke-16 mencatat bahwa Cerbon pada saat ia singgahi merupakan kota pelabuhan yang ramai . Nama Curban juga telah ada pada peta dunia yang ditulis oleh Diego Ribeiro pada tahun 1529.
Data Toponimi Cirebon
Berdasarkan toponimi (http://en.wikipedia.org/wiki/Toponymy), ilmu asal-usul tempat berdasarkan kebahasaan, di Cirebon nampak adanya suatu penamaan tempat-tempat geografis dengan peninggalan sejarah masa lalu. Hal ini karena sepanjang waktu di daerah kota selalu terjadi perkembangan dan perubahan, baik perubahan sosial maupun perubahan fisik.
Dari nama-nama tempat yang ada kita dapat mengetahui adanya beberapa kelompok pemukiman di Cirebon, yaitu kelompok-kelompok berdasarkan profesi seperti; Panjunan (tempat pembuat enjun), Pesuketan (tempat penjual rumput), Pagongan (tempat penjual gong), parujakan (tempat penjual rujak uuntuk tujuh bulanaan hamil wanita),Pengampon (tempat pembuat kapur dari kulit kerang), Pandesan (tempat membuat padesan untuk mengambil air wudhu), dan lain-lain.
Selain itu ada tempat yang dinamakan berdasarkan suku atau ras seperti; Pecinan (tempat orang-orang Cina, Kejawanan (dulu tempat berhentinya pasukan Mataram yang akan menyerang Cirebon).
Masih banyak lagi nama-nama tempat di Cirebon tidak termasuk dalam kelompok yang tidak disebutkan diatas. Hal ini karena tempat-tempat tersebut tidak mengacu pada suatu kelompok masyarakat khusus, tetapi mengacu pada hal lain seperti peristiwa, fungsi, flora, fauna dan lain-lain.
Contoh uraian ini menunjukkan pola penamaan suatu tempat yang diambil dari berbagai hal, yaitu;
A. Nama Flora
Mandu,dulunya banyak pohon mundu.
Gambira, kebonpring, dulunya banyak pohon bambu.
B. Nama peristwa
Pronggol, banyak pohon yang ditebangi oleh pasukan Mataram untuk markas.
Pagajahan, banyak terdapat gajah-gajah pemberian luar negeri ke Cirebon.
Peklutukan, terdapat mata air yang mendidih keluar dari tanah.
C. Fungsi tempat
Pabean, pelabuhan.
Pelandratan, tempat pengadilan di Cirebon.
Jagabayan, tempat penjaga keamanan.
Pekawatan, tempat persediaan kawat telpon.
D. Nama Jabatan
Kasepuhan, tempat Sultan Sepuh.
Kanoman, tempat Sultan Anom.
Dari data toponimi yang ada, Cirebon merupakan suatu kota yang sudah lama berkembang. Nama-nama diatas menunjukkan suatu masyarakat kota yang kompleks, dengan berbagai macam profesi, suku, status dan aktifitasnya.
Jumlah penduduk kota Cirebon merupakan tergolong cukup banyak. Berbeda dengan Banten Lama yang perkembangan kotanya beralih ke daerah sekarang yang sekitar 14 km dari Banten Lama. Di Cirebon perkembangan kota terjadi di lokasi semula dan meluas ke daerah sekitarnya. Hal ini pula yang menyebabkan suatu tempat tidak identik lagi dengan namanya. Kini data toponimi Cirebon umumnya berupa nama desa, nama jalan, juga nama pasar.
Daerah Cirebon merupakan puasat penyebaran agama Islam di Jawa. Selain Sunan Gunung Jati, banyak pula ulama dan pengajar-pengajar penyebar agama Islam. Data toponimi yang memperkuat bukti ini, dengan diketahui adanya tempat dengan nama Pekalipan yang berasal dari kata Khalifah.
Pengaruh bahasa menentukan sebagai indikator dalam data toponimi, dengan banyaknya daerah Cirebon yang memakai bahasa pada awalan pe- atau ke- pada kata dasar. Awalan tersebut adalah pengaruh dari bahasa Jawa. Jika pengaruh bahasa Sunda adalah pada pengunaan awalan pa- atau ka-. Masyarakat kota Cirebon umumnya memang memakai bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Sedangkan bahasa lebih banyak dipakai oleh masyarakat yang tinggal di sebelah selatan kota.
Pengaruh bahasa pula yang menentukan ciri khas Cirebon. Sebuah kota dengan budaya multikultur. Dimana perbedaan, di kota ini, adalah perwujudan nyata dari rahmat illahi.

»»  READMORE...

Selasa, 16 November 2010

butir butir SKU penegak bantara

Butir-butir Sku Penegak Bantara
SKU Nomor. 1
Rajin dan aktif mengikuti pertemuan – pertemuan ambalan penegak.

SKU Nomor. 2
Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
Terdapat enam ( 6 ) BAB dan dua puluh lima ( 25 ) pasal, yaitu :
BAB I : Pasal 1 = Tentang Nama dan Tempat.
Perkumpulan ini Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka ini berkedudukan di Cibubur – Jakarta.
Pasal 2 = Tentang Waktu.
Ditentukan dan ditetapkan dengan Kepres RI No. 236 tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 sebagai kelanjutan dan pembaharuan dari Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia. Pramuka lahir pada tanggal 14-8-1961
Pasal 3 = Tentang Azas dan Dasar.
Gerakan Pramuka ini berdasarkan azas Pancasila dan UUD 1945.

BAB II : Pasal 4 = Tentang Maksud.
Gerakan Pramuka didirikan dengan maksud memberi wadah pembinaan Generasi Muda yang mengunakan prinsip dan metode pendidikan dasar kepanduan.
Pasal 5 = Tentang Tujuan.
Pasal 6 = Tentang Sifat.
Pasal 7 = Tentang Usaha mencapai Tujuan kesukarelaan.

BAB III : Pasal 8 = Tentang Organisasi.
Pasal 9 = Tentang Anggota.
Pasal 10 = Tentang Pramuka Tertinggi.
Pasal 11 = Tentang Pimpinan.
Pasal 12 = Tentang Bimbingan.

BAB IV : Pasal 13 = Tentang Musyawarah.
Pasal 14 = Tentang Reperendum.
Pasal 15 = Tentang Pendapatan.

BAB V : Pasal 16 = Tentang Kode Kehormatan. 
Kode kehormatan Pramuka adalah Try Satya dan Dasa Darma.
Pasal 17 = Tentang Lambang.
Pasal 18 = Tentang Bendera.
Bendera Pramuka bentuknya empat persegi panjang, dengan ukuran 4 : 3, warna dasar putih ditengah merah dan dibawah ada garis merah sepanjang bendera.
Pasal 19 = Tentang Panji.
Panji Gerakan Pramuka (Kepanduan) Nasional Yang dianugrahkan oleh Presiden RI.
Pasal 20 = Hymne.
Pasal 21 = Tentang Pakaian seragam dan tanda – tanda pengenal.

BAB VI : Pasal 22 = Tentang AD dan ART Gerakan Pramuka.
Pasal 23 = Tentang Pembubaran.
Gerakan Pramuka dibubarkan oleh MUNAS. MUNAS diusulkan sekurang – kurangnya 2 atau 3 yang hadir. MUNAS membicarakan usul pembubaran Pramuka tidak syah jika oleh utusan kurang dari 2 atau 3 jumlah daerahnya. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh MUNAS jika disetujui dengan bulat.
Pasal 24 = Tentang Perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
Pembubaran Anggaran Dasar diterima oleh MUNAS dan jika disetujui oleh 2 atau 3 dari jumlah yang hadir.
Pasal 25 = Tentang Penutup.
Anggaran ini ditetapkan oleh MUNAS.

SKU Nomor. 3
Menerti dan bersungguh – sungguh Mengamalkan Dasa Darma dan Try Satya dalam kehidupan sehari – hari.

SKU Nomor. 4
Dapat memberi salam Pramuka dan Tahu maksuda dan Penggunaannya.

Salam
Salam Pramuka adalah perwujudan, penghargaan, dan penghormatan dari seseorang kepada orang lain atas dasar susila yang sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia.
Salam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1 Salam Biasa adalah salam yang Digunakan untuk menghormat kepada seseorang yang sederajat atau umurnya sama.
2 Salam Hormat adalah salam yang Digunakan untuk menghormati yang lebih dari kita, baik umurnya maupun pangkatnya. Dan apabila ketika menghormat bendera.
3 Salam Janji adalah salam yang Digunakan apabila kita mengucapkan janji.

Janji Pramuka
Janji Pramuka adalah Try Satya dan Dasa Darma.

Cara Mengucapkan Salam
Dengan lisan, contohnya mengucapkan “Assalamu’alaikum”
Dengan isarat, contohnya ada 4 macam yaitu : 
Dengan dua jari, artinya Dwi Darma.
Dengan tiga jari, artinya Try Satya.
Dengan sepuluh jari, artinya Dasa Darma.

SKU Nomor. 5
Tahu Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

SKU Nomor. 6
Tanda – tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.

Tanda – Tanda Pengenal Dalam Gerakan Pramuka
Maksud tanda pengenal dalam gerakan Pramuka adalah mempermudah mengenal seseorang dengan cepat sebagai anggota.

Tujuan
1 Menanamkan kesadaran kepada anggota Gerakan Pramuka akan kewajiban untuk menjaga nama baik, Gerakan Pramuka, dan Gerakan Pramuka Sedunia.
2 Mendorong anggota Gerakan Pramuka untuk bersikap dan berbuat sesuai dengan Darma dan Satya Pramuka.
3 Mengamalkan pengetahuan sebagai anggota Pramuka serta mengamalkan kecakapan.

Tanda – Tanda Pengenal itu Antara Lain :
1 Topi
Arti sebenarnya adalah Melinsungi dari panas dan hujan.
Arti kiasannya adalah Bahwa seorang Pramuka dituntut untuk melindungi segenap Bangsa dan Negara dari segala ancaman.


2 Duk atau Kacu
Kacu berbentuk segitiga 
Arti kiasannya adalah Menunjukan bahwa Pramuka menjalin hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Alloh.
Ujung kacu sebelah kanan, artinya adalah hubungan manusia dengan manusia.
Ujung kacu sebelah kiri, artinya adalah hubungan manusia dengan alam.
Ujung kacu sebelah atas, artinya adalah hubungan manusia dengan Allih

3 Peluit dan Tali peluit
Tali peluit melintang artinya menunjukan bahwa kepulauan Indonesia terletak digaris katulistiwa.

4 Tanda Pelantika
Disimpan disebelah kiri, artinya bahwa orang itu siap untuk dilantik dan diuji.

5 Kelopak bahu
Disimpan dipundak, artinya karena Pramuka itu diberi tanggung jawab yang sangat besat.
Berwarna hijau pada kelopak bahu, artinya melambangkan bahwa seseorang masih memerlukan bimbingan yang lebih tinggi.
Dua Tunas Kelapa pada kelopak bahu yang bertolak belakang, artinya melambangkan bahwa Organisasi yang beranggotakan putra dan putri yang memerlukan bimbingan dan dibatasi norma – norma.
Dintang satu menempel pada kelopak bahu diatas tunas kelapa, artinya bahwa seorang Pramuka berke-Tuhan-an Yang Maha Esa.

6 Gudep 
Gudep adalah kesatuan kombinasi yang bertugas paling depan yang langsung manghadapi tantangan dan rintangan.

7 Ambalan
Yang dilambangkan pada Ambalan tersebut seperti bet ambalan. 

8 Lencana
Diletakan disebelah kiri, artinya dahwa selama jantung masih berdetak Pramuka masih tetap ada.

9 Emlim
Emlim adalah sebagai pelengkap penegak Bantara yang berwarna kuning.
Warna kuning artinya seorang penegak itu sudan menginjak dewasa tetapi belum bisa berdiri sendiri dan masih memerlukan bimbingan dari Pembina.

10 Dastring
Arti sebenarnya adalah untuk menyatukan dua buah kacu.
Arti kiasannya adalah Pramuka tiu harus mempersatukan bangsa Indonesi yang terdiri dari beberapa suku.
11 Tanda Pandu Sedunia
Untuk putra bergambar Bunga Erow.
Untuk putri bergambar Bunga Lili.
Kedua lambang itu adalah lambang yang dipakai untuk lambang pandu di Indonesia.

12 Pakaian 
Celana warna coklat tua, artinya tak mudah kotor atau bahwa Pramuka harus cinta tanah air.
Baju warna coklat muda melambangkan padi yang sedang mengguning.

SKU Nomor. 7
Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.

Lambang Gerakan Pramuka
Lambang Gerakan Pramuka adalah Tunas Kelapa atau laki bakal.

Pemakaian Lambang
Dilambangkan dengan tunas Kelapa atau Laki Bakal karena pohon kelapa itu dapat tumbuh subur dan menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan maupun dan banyak fungsi degunaan yang dapat dimanfaatkan dari mulai daun sampai akarnya.
Arti Kiasannya adalah Bahwa seorang anggota Gerakan Pramuka larus dapat menyesuaikan diri dapat diminta bantuannya oleh masyarakat bila diperlukan, contoh :
Pohon kelapa menjulang tinggi, artinya Pramuka itu mempunyai cita – cita yang tinggi.
Pohon kelpa tumbuh subur dan batangnya sama besar, artinya Pramuka itu mempunyai pendirian yang kuat, teguh, tetap tidak tergoyahkan dan teguh pendirian pada kode etik.

SKU Nomor. 8
Tahu Arti Pncasila

Pancasila
Pancasila adalah merupakan sumber hokum tertulis yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Pancasil memiliki beberapa arti, diantaranya :
1 Pancasila sebagai Dasar Negara, yaitu Pancasila dijadikan dasar untuk mengolah dan mengatur Negara.
2 Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa, yaitu sikap mental tingkah laku atau perbautan Bangsa Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan memancarkan Pancasila.
3 Pancasila sebagai kepribadian Bangsa, yaitu pencerminan tingkah laku atau perbuatan Bangsa Indonesia harus sesuai dan mempunyai cirri khas tertentu.
Pancasila Jaman Sriwijaya
Nama Pancasila Jaman Sriwijaya dikenal dengan nama Panca Kromo, yang berarti :
1 Jangan mencuri,
2 Jangan mabuk,
3 Jangan melakukan kekerasan,
4 Jangan berbohong, 
5 Jangan mabuk.

Alasan Pancasila ada di Indonesia
Merupakan kepribadian Bangsa,
Merupakan Perjuangan Bangsa,
Merupakan Cita – cita Bangsa.

Istilah Pancasila
Ir Soekarno dan Moh Yamin dikenal sebagai pencetus Pancasila. Pancasila lahir pada tanggal 1 Juli 1945 dari Ir Soekarno, arti Pancasila menurut Soekarno adalah Lima Laku Utama.

Sumber Hukum di Indonesia
UUD 1945,
Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Pem UUD 1945,
SUPERSEMAR 11 Maret.
Alasan Pancasila ada di Indonesia, karena Pancasila merupakan cirri khas Bangsa Indonesia.

Makna Pancasila 
Makna yang terkandung dalam tiap butir Pancasila, yaitu :
Taqwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
Toleransi Antar Umat,
Iman Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
Gotong royong dan Kekeluargaan.

SKU Nomor. 9

Tahu sejarah dan arti kiasan warna – warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkan dalam Upacara Bendera.

Sejarah Bendera 
Pada masa kerajaan Majapahit, Bendera dilambangkan dengan berpisah, yaitu : 
Warna Merah berarti berani, dilambangkan dengan Bubur Merah yang melambangkan darah. Dikiaskan pada waktu Bangsa Indonesia melawan Penjajah.
Warna Putih berarti suci, dilambangkan dengan makanan, Bubur Putih yang melambangkan getah. Mengkiaskan perjuangan Bangsa Indonesia melawan dengan hati yang suci.



Bendera Pertama
Bendera yang pertama dibuat oleh Istri Ir Soekarno yaitu Ibu Fatmawati (dengan cara dijahit oleh tangan). Bendera Pusaka itu dikibarkan oleh Latip Hendra Diningrat dan Suhud.
Teks Proklamasi yang Otentik diketik oleh Sayuti Helik. Teks Proklamasi ini dibacakan di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dikediaman Ir Soekarno dan dibacakan dengan rencana pukul 10 pagi tanggal 17 Agustus 1945, yang kemudian dibacakan setelah lewat 15 menit yaitu pukul 10.15 hari jum’at.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 terjadi siding PPKI yaitu kelanjutan BPUPKI (di bentu tanggal 1 Maret 1945) yang dietua oelh Drs Rajmin Widiodiningrat, dan Wakilnya adalah R. E Suroso. Sidang BPUPKI menghasilkan Piagam Jakarta yaitu rumusan Pancasila, yang sila pertamanya berbunyi “ketuhanan dengan menjalankan syari’at – syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya. 
PPKI dibentuk pada tanggal 9 Agustus 1945.

Hasil rapat pada tanggal 18 Agustus 1945 yaitu :
Perubahan sila 1 menjdi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Pada Pasal 6 BAB III UUD 1945 yang berbunyi Presiden adalah Orang Indonesia asli dan beragama Islam (ayat 1).

SKU Nomor. 10
Dapat dengan hapal menyanyikan Lagu Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu Kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

Pencipta Lagu Indonesia Raya
Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya adalah W. R. Supratman. Lagu ini adalah hasil ubahannya. Lagu ini sebanyak 5 bait ketukan dimulai pada ketukan ke 4 dengan matra ¼. Lagu Indonesia Raya pertama kali dinyanyikan pada waktu sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dan disetujui sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

SKU Nomor. 11
Tahu Arti Lambang Negara Republik Indonesia 

Lambang dan Arti 
Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila yang dilambangkan dengan burung garuda, karena : 
• Perisai
Penyerangan Bangsa Indonesia dalam menghadapi peperangan melawan penjajah 
• Bulu Burung Garuda 
Lambang Proklamasi Kemerdekaan Republi Indonesia, yaitu :
Bulu sayap 17, kiasan dari tanggal Proklamasi yaitu tanggal 17.
Bulu ekor 8, kiasan dari bulan Proklamasi, yaitu Bulan 8 (Agustus).
Bulu bawah prisai 19, kiasan dari tahun Proklamasi 19.
Bulu leher 45, kiasan dari tahun Proklamasi 45.
Dari kiasan tersebut disimpulkan bahwa Indonesi alahir tanggal 17 – 8 – 1945.


• Dasar warna hitam
Lambang masa kegelapan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.

• Warna dasar
Merah di kiri atas dan kiri bawah.
Putih di kanan atas dan kanan bawah.
Dari lambang Bangsa Indonesia yang terpampang dalam Prisai, terpampang pula lambang dasai Negara kita, Pancasila.

Arti Lambang dan Prisai
• Dasar warna hitam
Artinya bahwa Bangsa Indonesia pernah mengalami masa kegelapan pada jaman penjajahan.

• Warna bintang keemasan
Artinya bahwa Bangsa Indonesia pada waktu sekatang menuju pada masa kemenangan atau masa terang.

• Dengan bintang
Artinya bahwa Bangsa Indonesia yang berke - Tuhanan Yang Maha Esa, dan mempunyai cita - cita yang tinggi. Sebagai sila pertama mampu menyinari sila – sila yang lainnya.
• Rantai bulat dan persegi
Artinya semangat persatuan dalam pembangunan antara pria dan wanita.
• Pohon beringin
Arti sebenarnya adalah tempat berteduh dari terik matahari dan hujan.
Arti kiasannya adalah pada persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia harus kokoh dan kuat seperti pohon beringin. Dalam menghadapi serangan dari luar dan dari dalam, persatuanlah yang melindungi.
• Kepala banteng
Sejarahnya dilambangkan dengan kepala banteng, karena diambil dari lambang yang dipakai Ir Soekarno untuk lambang PNI sebagai symbol perkumpulan tersebut, artinya kerakyatan atau demokrasi. Bangsa Indonesia harus gagah berani dalam membela hak dan kebenaran untuk menegakan keadilan dan kesejahtraan rakyat.

• Padi dan kapas
Artinya bahwa tanah air Indonesia adalah tanah air yang subur. Bangsa Indonesia tidak akan kekurangan sandang maupun pangan dalam mencapai masyarakat adil dan makmur, yang berdasarkan Pancasila.
Lambang Negara Indonesia diresmikan tanggal 17 Agustus 1945; berdasarkan Peraturan Pmbangunan No. 66 Tahun 1951

SKU Nomor. 13
Tahu Arti dan Sejarah Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda 
Sumpah pemuda dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dicetuskan oleh 
Koncaro.
Moh Yamin.
Wongso Negoro.
Pelopor Organisasi Budi Utomo.
Sebelumnya berdiri Tri Korodarmo yang didirikan oleh Doktor Sagiman, kemudian berubah namanya menjadi Jong Java yang didirikan di Jakarta.

Para tokoh yang mendirikan Budi Utomo :
Sutomo .
Gunawan Mangun Kusumo.
Cipto Mangun Kusumo.
DR Wahidin Sudirohusudo adalah pendorong ketiganya beliau adalah Guru mereka.

SKU Nomor. 14
Tahu perjuangan Bangsa Indonesia dan Rencana Pmbangunan Pemerintah

Perjuangan 
Perjuangan Bangsa Indonesia digolongkan menjadi dua golongan., yaitu :
Perjuangan secara fisik.
Perjuangan secara diplomasi (melalui meja perundingan). 

Ciri –ciri perjuangan sebelum periode 1928
Bersifat kedaulatan
Tidak malalui organisasi tertentu
Tergantung kepada seorang pemimpin
Tujuan belum jelas

Perjuangan sesudah 1928
Bersifat Nasional
Melalui organisasi tertentu
Tidak tergantung pada seorang pemimpin
Tujuan sudah jelas

Rencana Pembangunan
Membangun masyarakat Bangsa Indonesia seluruhnya dan Bangsa Indonesia seutuhnya, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila danUUD 1945.

Latar Belakang 
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia dan merupakan pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Dan Pancasila adalah cirri khas Bangsa Indonesia.

BPUPKI
Tujuan BPUPKI adalah menyelenggarakan pemeriksaan tentang rencangan dan penenyelidikan yang berhubungan dengan usaha mendirikan Negara Indonesia baru. BPUPKI diresmikan tanggal 28 Mei 1945.

SKU Nomor. 15
Tahu susunan pemerintahan Republik Indonesia dari pusat 

Kepala Di Wilayah 
Kepala Negara / Pemerintah : Presiden 
Kepala DT I / Propinsi : Gubernur
Kepala DT II / Kabupaten : Bupati
Kepala Kecamatan : Camat 
Kepala Desa / Kelurahan : Kades / Lurah
Kepala Dusun / RW : Kadus / Ketua RW
Kepala RT : ketua RT


Susunan Pemerintahan

Jiwa dan Pandangan Hidup Bangsa (Pancasila)

Pemb UUD 1945

UUD 1945

MPR

MA BPK DPR PRESIDEN DPA 

SKU Nomor. 16
Dapat Berbaris

SKU Nomor. 17
Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungan 


SKU Nomor. 18
Tahu pentingnya bahan – bahan makanan yang bernilai gizi dan dapat memasak di perkemahan sedikitnya untuk lima orang.


Makanan dan Minuman Yang Bergizi 
Makanan bergizi artinya adalah makanan yang memenuhi apa yang diperlukan oleh tubuh kita.
Makanan atau minuman sehat adalah makanan atau miniman yang mengandung zat – zat yang diperlukan oleh tubuh dan tidak mengandung zat yang dapat meracuni tubuh.

Cara –cara atau tingkat pengolahan makanan yang bergizi :
Cara menghasilkan makanan
Cara menyimpan
Cara memakan makanan 

SKU Nomor. 19
Tahu tentang penyakit – penyakit rakyat yang terpenting dan cara – cara pencegahannya 

Penyakit yang sering timbul di masyarakat diantaranya :
Muntaber
Sakit perut
Influenza
Panas

Yang disebut penyakit rakyat :
Maling 
Mabuk 
Judi, dll

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat berpindah dari seorang penderita kepada orang lain.

SKU Nomor. 20
Melakukan salah satu cabang olahraga Atletik atau salah satu cabang olah raga renang.

SKU Nomor. 21
Tahu adapt sopansantun pergaulan Indonesia 

SKU Nomor. 22
Memiliki buku tabanas

SKU Nomor. 23
Setia membayar uang iuran kepada gugusdepannya sedapat – dapat dari uang yang diperoleh sendiri dari usaha sendiri

SKU Nomor. 24
Menguasai suatu keterampilan bidang pertanian, industri atau bidang lain yang dipilihnya sendiri tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupan


SKU Nomor. 25
Dapat membaca jam dan dapat membaca kompas
Kompas adalah suatu alat untuk menunjukan suatu arah atau mata angin. Sifat-sifat yang istimewa daripada kompas ialahkemampuan diputar-putar jarumnya akan selalu menunjukan ke arah utara magnit.
Beberapa jenis kompas : 
Kompas Prisma
Kompas lensa
Kompas bezart, dan lain-lain
Yang umumnya dselalu digunakan kompas prisma. Kompas prisma adalah suatu kompas yang berputar dalam genangan minyak jernih. Karena minyak jernih inilah kompas itu dapat bekerja dengan tenang dan dapatcepatberhenti. Titik balik atau garis arah dari arah yang kita bidik disebut azimuth yang dinyatakan degan derajat (00), menit (’), dan detik (”). Dengan demikian dapat di simpulkan :
Utara 00
Timur laut 450
Timur 900
Tenggara 1350
Selatan 900
Barat daya 2250
Barat 2700
Barat laut 3150
Utara 3600

SKU Nomor. 26
Sudan pernah berkemah sekurang – kurangnya 4 hari berturut turut

SKU Nomor. 27
Pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya

SKU Nomor. 28
Untuk penegak yang beragama Islam
1 Dapat mengucapkan Kalimah Syahadat dan tahu artinya.
2 Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
3 Melakukan Sholat berjamaah.
4 Tahu Riwayat Nabi Muhammad SAW.
»»  READMORE...